• 02/02/2018

Prodi Agroteknologi Lakukan Upaya Pengembangan Benih Kultur Jaringan

Prodi Agroteknologi Lakukan Upaya Pengembangan Benih Kultur Jaringan

134 160 FPER

Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Asahan melakukan revitaliasi laboratorium Bioteknologi sehingga representatif untuk praktikum dan penelitian. Melalui Laboratorium Bioteknologi ini, mahasiswa dikenalkan dan di latih untuk menguasai teknik perbanyakan tanaman, mereka diajarkan cara mengiris floral foam (oasis) kemudian membuat larutan vitamin_B, criteria pucuk yang layak di stek, baik secara morfologi dan fisologi, hingga teknik peruncingan pupuk, perendama materi propagasi, hingga perawatan dalam container sederhana, akhirnya mereka berhasil mengakarkan tanaman Soka dengan teknik tersebut. Sekarang teknologi stek pucuk terus dikembangkan untuk perbanyakan tanaman-tanaman yang ada di Sumatra Utara, seperti durian, andaliman, kopi, rambutan, bakau dan tanaman lainnya. Selain itu, teknologi perbanyakan tanaman mengadopsi dan memodifikasi sistem stek oasis dengan aplikasi vitamin-B untuk mengurangi penggunaan hormon tanaman yang mahal, sehingga lebih efisien dari segi biaya dan dapat mempercepat perbanyakan tanaman terutama tanaman yang langka dan bernilai ekonomi tinggi.

Pengembangan Bioteknologi tanaman diadopsi lebih lanjut dengann mengaplikasikan teknologi Kultur jaringan, baru 1,5 bulan di buka, laboratorium Bioteknologi Pertanian Fakultas pertanian Universitas Asahan sudah berhasil mengengecambahkan 2 spesies Anggrek langka khas Toba yang diharapkan terus berinovasi sehingga perburuan anggrek bisa dikurangi dan industri tanaman hias terutama anggrek bisa berjalan dengan pesat tanpa harus merusak Anggrek di habitat alaminya. Saat ini banyak sekali hobiis dan petani anggrek yang ingin bekerja sama dengan Laboratorium Bioteknologi Tanaman Universitas Asahan.

Laboratorium Bioteknologi UNA dibawah pengelolaan Asep Rodiansyah, SP, MSi dan Ibu Rita Mawarni CH, SP, MP dan dukungan penuh dari Rektorat UNA, Dekanat Fakultas Pertanian UNA serta Yayasan terus mengalami perkembangan. Saat ini kegiatan yang dilakukan adalah upaya pengembangan benih kultur jaringan dari kentang bebas virus, berbagai jenis anggrek, disamping pengembangan stek pucuk beberapa tanaman potensial seperti asoka, andaliman, gandaria, tanaman mangrove. Lab. Bioteknologi sedang melakukan proses perbanyakan bibit kentang bebas virus untuk memenuhi permintaan petani kentang di Kabupaten Karo. Selain itu lab. Bioteknologi juga terus mengembangkan prebiotik yang sangat dibutuhkan dalam upaya budidaya perikanan di UNA.

Teknologi Kultur Jaringan yang dikembangkan juga diadopsikan ke tanaman lain, baik tanaman pangan (Saat ini ada permintaan dari petani kentang Brastagi untuk menyediakan bibit kentang yang bebas virus), perkebunan, maupun kehutanan. Saat ini ada permintaan dari petani kentang Brastagi untuk menyediakan bibit kentang yang bebas virus. Tujuannya selain untuk riset dan hilirisasi riset (bisnis) juga untuk tujuan konservasi. kerusakan hutan di daerah Sumatra akibat penebangan pohon maupun konversi menjadi lahan perkebunan mengancam flora endemik yang perlu dilestarikan untuk diteliti sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara lestari dan berkelanjutan untuk masa depan generasi yang akan datang. Untuk itu Fakultas Pertanian Universitas Asahan membuka donasi bagi para donator yang ingin menyumbangkan tanaman unik, langka dan has Sumatra utara untuk dikembangkan di laboratorium tersebut. Perlahan tapi pasti Universitas Asahan mulai mengejar ketinggalan untuk menjadi salah satu Universitas Unggul di Sumatra Utara.